Log in

I forgot my password

Who is online?
In total there is 1 user online :: 0 Registered, 0 Hidden and 1 Guest

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 33 on Fri Nov 01, 2013 6:20 pm
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Absensi di sini
by Kurome Sun Nov 01, 2015 5:10 pm

» [Revive the Forum]
by Kuro Usagi Fri Sep 04, 2015 12:37 am

» Um.. hi, I guess?
by Kuro Usagi Fri Sep 04, 2015 12:35 am

» Do You Have Sixth Sense?
by Kurome Fri Jun 26, 2015 3:45 pm

» Website favorit kalian untuk baca komik online?
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 7:57 pm

» Biarkan Mata, Otak, Keyboard mengaum saat engkau mengetes mereka. xD~
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 7:56 pm

» Imaginary World
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 4:59 pm

» Komentar member di atas^
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 4:37 pm

» If you wish at fallen star, it will come true. Is that true?
by Phantomhive_Earl Sun Oct 27, 2013 3:56 pm

» Pengalaman Seram
by Phantomhive_Earl Sun Oct 27, 2013 12:48 pm

Fanlisting

Imaginary World

View previous topic View next topic Go down

Imaginary World

Post by Phantomhive_Earl on Mon Oct 28, 2013 4:59 pm

Imaginary World- Chapter 1

Negeri Raith, distrik 5.

Minggu, 13:00 PM.

Di tengah-tengah negeri Raith, nampak lapangan sekolah dasar negeri Raith dipenuhi dengan anak-anak muda yang nongkrong.Memang, setiap kali sekolah dasar Raith tidak dikunjungi anak SD satupun, anak-anak dari SMP ataupun SMA akan langsung lari dan nongkrong di lapangan itu.Bahkan setiap hari Senin, lapangan mereka akan dipenuhi oleh botol bir, puntung rokok, dan beberapa coretan di pagar mereka.Oke, lanjut ke cerita.

Seorang anak muda berumur 12 tahun yang bernama Sei, melangkah mantap menuju lapangan sekolah SD Raith.Nampak pemuda dari sekolah SMP-SMA Raith sudah 'meramaikan' lapangan itu.Ada yang mencoret-coret, minum bir, bahkan menghisap rokok, dan sebagainya.Sei tersenyum sinis, kemudian membuka pagar sekolah itu. "Woi, kalian emang kurang kerjaan, mau kupukul sama palu gak?" Teriak Sei.Mereka menatap Sei, kemudian tertawa mengejek. "Berani sekali kau nak!" Bentak seorang murid SMA yang rambutnya mohawk (kalo ga salah), yang mencengkram erat kerah Sei, kemudian menjotos Sei.

Sei terpental. "Bagaimana rasanya, anak SMP sok keren???" Tanya murid SMA yang memukul Sei tadi. "....Cih" Gerutu Sei yang kemudian juga memukul murid itu. "HEI!" Terdengar suara melengking yang asalnya dari pagar sekolah.Sei dan murid SMA itu menoleh ke sumber bunyi, kemudian menampakkan kepala sekolah SD. "Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya kepala sekolah SD itu. "Ka- Kami ingin merangkai drama, dan kami latihan" Alasan murid SMA itu. "Tidak ada alasan! Aku ingin kalian keluar, sekarang.Jika tidak keluar dalam hitungan 5, kalian akan kulaporkan ke pihak orangtua kalian!" Tantang kepala sekolah itu. "1, 2, 3, 4.." Kepala sekolah itu mulai menghitung.Murid murid SMA itu segera kabur melompati pagar sekolah, kecuali Sei yang menetap di lapangan itu. "5!" Kepala sekolah itu mengakhiri menghitung.

Kepala sekolah itu menatap Sei heran. "Kenapa kau tetap di sini?" Tanya kepala sekolah itu. "...Aku ingin bertanggung jawab.Maafkan aku" Keluh Sei sambil membungkukkan badannya. "...Aku mengerti.Supaya adil, kau kuhukum untuk membersihkan lapangan kami yang kotor ini, dan akan kuberi uang sebagai hasil kerja kerasmu" Perintah kepala sekolah. "Tidak perlu uang, lagipula keluargaku sederhana, tetapi penghasilan mereka banyak kok, jangan khawatir" Tolak Sei. "Tidak, aku tidak mau membayar hasil kerja keras orang hanya dengan ucapan." Paksa kepala sekolah.Setelah beberapa kali dipaksa, akhirnya Sei mengangguk.

"..Padahal aku merasa tidak enak untuk menerima uang itu," Pikir Sei sambil mengambil botol bir dan puntung rokok yang bertebaran di sekitar lapangan, dan kemudian mengambil lap di ruang serbaguna.Ketika mengambil lap di ruang serbaguna, dia melihat sebuah pintu kayu seukuran tikus yang berada di pojok kanan ruangan.Sei menatapnya heran. "Ah sudahlah, mungkin cuma pintu tikus" Pikir Sei sambil meninggalkan ruangan itu.Setengah jam kemudian, akhirnya Sei berhasil membersihkan coretan di pagar. "Te-Terima kasih! Ini, uang untukmu" Ucap kepala sekolah itu sambil memberikan uang 300 yen. "Te-Terima kasih." Balas Sei sambil mengambil uang itu.Namun, rasa penasarannya kepada pintu itu belum hilang.Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sekolah itu malam malam, dan membuka pintu kayu itu.

Minggu, 20:30 PM.

Nampak Sei sudah berada di lapangan itu.Tiba tiba, muncul cahaya di koridor sekolah, dan menampakkan pria berwajah galak, bertopi hitam dan di bahu kirinya terdapat tulisan "Satpam". "...Satpam sekolah!!! Gawat!!" Teriak Sei dalam hati panik, kemudian bersembunyi di balik pohon mangga.Satpam itu melihat sekeliling dan menyenter sekeliling, kemudian menaiki tangga menuju kelas 4, 5, 6. "Whew" Sei menghela nafas lega, dan membuka pintu ruang serbaguna.Tidak terkunci.Dia menutup pintunya, memastikan bahwa satpam berwajah galak tadi tidak sedang berpatroli di lantai 1.Yeah, semua aman, rupanya dia masih memeriksa keadaan di lantai 2.

Sei membuka pintu tikus itu, dan melihat terowongan yang diterangi oleh cahaya berwarna ungu.Sei terkejut, karena mendadak badannya berubah menjadi sekecil tikus. "Waktunya untuk masuk," Ucapnya kepada dirinya sendiri dan masuk.

*****

"Ruangan ini sungguh terang...

Di mana aku?

Wait, kenapa aku terbaring di salju? Yah, aku mengenali salju karena teksturnya dan suhunya...

............Ini..Jangan jangan.."


"Lho, dia siapa?"

"..Kau sendiri siapa?"

"Waw, sepertinya dia terjatuh dari langit.Sungguh keajaiban! Terima kasih dewa langit!! Ayo, kita bawa anak ini ke ruangan medis sekolah"

"..Hei, tunggu! Aku belum memutuskan!!"

*****

Sei membuka matanya.Melihat sekelilingnya, kosong.Dilihatnya kotak P3K yang berada di sampingnya.Ruangan yang terang, tapi sepi.Tiba tiba, pintu terbuka dan menampakkan sesosok gadis manis berambut hitam yang tersenyum padanya. "Ohai, aku Chi.Kamu siapa?" Sapa gadis itu. "Eeeehh...Aaaaaaa....E-Ettooo....." Ucap Sei terbata-bata. "Uph, kau aneh!" Ucap Chi sambil menahan tawa. "Namamu Etto?" Lanjut Chi. "Eeeeh..A-Aku S..Sei" Akhirnya Sei bisa mengatakan namanya. "Oh, Sei" Ucap Chi. "Yuk, kita ke kelas!" Ajak Chi sambil menarik tangan Sei. "Haaaahh!????" Teriak Sei heran.

Bersambung ke Imaginary World Chapter 2~

OOT: Maaf rada gak rapi & rada gaje ^^" Maklum, ga pintar ngarang cerita xD

Phantomhive_Earl
Member
Member

Posts : 15
Points : 19
Join date : 2013-06-08

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum