Log in

I forgot my password

Who is online?
In total there are 3 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 3 Guests

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 33 on Fri Nov 01, 2013 6:20 pm
Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Absensi di sini
by Kurome Sun Nov 01, 2015 5:10 pm

» [Revive the Forum]
by Kuro Usagi Fri Sep 04, 2015 12:37 am

» Um.. hi, I guess?
by Kuro Usagi Fri Sep 04, 2015 12:35 am

» Do You Have Sixth Sense?
by Kurome Fri Jun 26, 2015 3:45 pm

» Website favorit kalian untuk baca komik online?
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 7:57 pm

» Biarkan Mata, Otak, Keyboard mengaum saat engkau mengetes mereka. xD~
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 7:56 pm

» Imaginary World
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 4:59 pm

» Komentar member di atas^
by Phantomhive_Earl Mon Oct 28, 2013 4:37 pm

» If you wish at fallen star, it will come true. Is that true?
by Phantomhive_Earl Sun Oct 27, 2013 3:56 pm

» Pengalaman Seram
by Phantomhive_Earl Sun Oct 27, 2013 12:48 pm

Fanlisting

lilica detailed past

View previous topic View next topic Go down

lilica detailed past

Post by Fuschia.A.T.Ellenoire on Fri Sep 11, 2009 11:28 am

judul : lilica detailed past

rating : mature for violence and swearing. (ga ada adegan begituannya kok saudara saudara) <---- sok alim mode : on

disclaimer : I won nothing except for lilica and story

shein : darktray

note : akan diselipkan kat akata inggris untuk ejekan
_______________________________--

suara bayi yang baru lahir terdengar. hari ini tanggal 21 desember, seorang bayi perempuan lahir. dari rambutnya yang hitam, matanya yang bercahaya, dan auranya yang kuat, mereka menamainya lilica.

tentu saja ayah dan ibunya senang melahirkan seorang anak.

lilica merupakan sebuah berkah terindah bagi mereka. Sayang sekali setahun kemudian mereka mengalami kecelakaan dan hanya lilica yang selamat. berikutnya akan diketahui bahwa kecelakaan itu adalah pembunuhan.

10 tahun kemudian

"LILICAAA!!!! DASAR ANAK BODOH! TEGAKKAN BADANMU KETIKA BERJALAN!!!!" teriak seorang wanita tua kepada lilica.

ya, saat ini mereka sedang belajar tata krama yang merupakan pelajaran yang dibenci lilica teramat sangatnya.

"like I give shit" ejek lilica pelan. sayang sekali guru ini mendengarnya

"SEORANG LADY TIDAK AKAN BERKATA KASAR! DASAR ANAK TIDAK TAHU DI UNTUNG?! SEANDAINYA SAJA KAU MATI BERSAMA ORANG TUA MU ITU!!!!" kata guru itu lagi marah.

cukup sampai di situ, lilica sangat sensitif terhadap keluarganya. ia sunguh sungguh marah kali ini. Ia segera mendobrak jendela ruangan itu dan lompat "just die? I'll survive" katanya pelan tetapi ia tahu bahwa gurunya mendengar.

saat kakinya mencapai tanah dengan suara pelan prajurit dari keluarga einverd segera menghampirinya bersiap untuk menangkapnya. memang bagi gurunya perempuan ini membutuhkan penjagaan supaya tidak macam macam, dan bagi lilica itu MENYEBALKAN.

prajurit itu segera menyeret lilica masuk ke dalam ruangan lagi. belum sampai depan pintu, lilica segera menendang tulang kering prajurit itu dengan keras sehingga ia terlepas. dengan segera lilica menghunuskan pedangnya dan memotog prajurit itu hingga prajurit itu terbelah menjadi 2. Ia berlari mendekati prajurit yang satunya dan menusukan pedangnya pada jantung prajurit itu sehingga darah dari jantung itu mengotori bajunya.

"kau suruhan dari guru bejat itu kan? bersihkan lantai ini dan bawa mayat mereka lalu kuburkanlah, jika dalam 1 jam tidak selesai aku akan menjadikanmu makanan burung gagak, MENGERTI?!" perintah lilica dengan kasarnya kepada prajurit yang ketakutan itu. Prajurit itu segera menggaguk dengan gemetar.
"bagus"

lilica pun segera memasuki ruangan bagian persenjataan.
avatar
Fuschia.A.T.Ellenoire
Member
Member

Posts : 2905
Points : 3010
Join date : 2009-07-20
Age : 20

Character Bio
Character Name: Noire I. Erland
Status: Member of 4 great duke houses, Rien
Job: member of 4 great duke houses, Rien

View user profile http://07-ghost.forumotion.net

Back to top Go down

Re: lilica detailed past

Post by Fuschia.A.T.Ellenoire on Fri Sep 11, 2009 3:57 pm

ia menyukai ruangan ini. Ayahnya yang sering sekali bermain pedang dan ibunya yang sering menonton ayahnya berlatih. Di ruangan ini berbagai memori yang indah datang. Ia memang tak pernah melihat ayahnya berlatih atau ibunya yang menonton. tapi ia sering diberitahu beberapa pelayan yang baik padanya tentang orangtuanya itu.

lilica mengambil pedang warisan ayahnya itu lalu mengelusnya pelan dan mengambil pedang itu dari tempatnya dan mulai berlatih hingga sore hari. bermain pedang adalah hobinya sejak berumur 5 tahun. hanya pedanglah yang bisa membuatnya menjaga emosinya supaya tidak meledak. Aneh memang lady jaman itu bermain pedang, tapi hal apa yang tidak akan ia lakukan?

"nona permisi, waktunya anda untuk makan dan belajar lagi" kata ciel, maid kesayangan lilica.

tanpa harus melihat siapa yang berbicara lilica sudah mengenali suara lembut ciel, maid yang sellau merawatnya dan memberitahunya tentang orangtuanya.

"baiklah ciel aku akan segera makan dan menemui guru kurang ajar itu lagi" canda lilica. ciel pun tertawa kecil

setelah makan lilica kembali ke ruangan "kurang ajar' itu lagi. ia menyebutnya begitu karena ia benci dengan ruangan itu. interiornya kaku. meja yang terlalu rapi, kursi yang mempunyai ukir ukiran aneh. ia membencinya.

"permisi" kata lilica basa basi

bukannya malah di sambut ramah oleh gurunya, punggung lilica dipukul dengan tongkat secara keras

"APA MAKSUDMU MENINGGALKAN KELAS?! DASAR ANAK JAHANAM! APA ITU JUGA?! PAKAIAN BERLUMURAN DARAH?! ah sudahlah!! kali ini kita kan belajar bertutur kata sopan! supaya mulut kurang ajarmu itu tidak mengeluarkan kata kata kotor lagi!" sentak guru lilica

lilica hanya mengehela nafas untuk meredam amarahnya. "ya" jawabnya pelan

"bukan 'ya' tetapi 'iya bu guru saya mengerti'" kata guru itu mengoreksi

"bitch" olok lilica sangat pelan

gurunya pura pura tidak memperhatikannya,

lilica pun belajar cara berbicara dengan pangeran, dll tapi berkali kali ia tidak mau dan malah mengejk gurunya yang membuatnya sering dipukul dengan tongkat itu. meski ia mrah tetap saja prinsipnya berjalan, ia tidak akan membunuh seorang lady saat sedang marah. tentu saja itu berarti jika lilica sedang tenang ia akan membunuh guru itu jika ada kesempatan.

Pada malam hari tubuh lilica penuh dengan darah, darahnya sendiri karena terlalu seirng dipukul gurunya.

"stupid fucking bitch" ejeknya saat ia mencapai kamarnya.

lilica segera menanggalkan bajunya menjilat luka di tangannya "darah memang lezat ternyata" tawanya sadis. setelah itu ia mandi membalut lukanya memakai baju lalu berjalan jalan di sekitar halaman dan lama lama pun ia keluar dari gerbang dnegan cara memanjat

"hmm kali ini aku ingin berburu illegal" katanya sambil tersenyum bahagia

pedang hadiah ayahnya itu kini telah ditanjamkan hingga dapat menguliti orang dengan mudah.

lilica berlari menuju tempat di mana illegal sering muncul. dengan cepat ia menemukan beberapa illegal dna melawan mereka.

illegal pertama ia potong tangannya dulu lalu kakinya. lilica mengeluarkan jantunya dan menaruhnya di mulut si illegal, membunuh yang kedua dengan cara membelah tubuhnya

melipat yang ke 3 menjadi 5 dan sebagainya.

saat tengah malam lilica pulang, bajunya yang putih bersih kini berwarna merah darah sepenuhnya, mukanya kini berlumuran cairan berwarna darah, lilica pun menjilat darah dari illegal contractor yang ada ti tangannya

" rasanya lebih enak dari makanan manapun, sungguh kaya rasa, aku harus melakukan ini sering sering" tawanya pelan

lilica pun mandi lalu tidur.
avatar
Fuschia.A.T.Ellenoire
Member
Member

Posts : 2905
Points : 3010
Join date : 2009-07-20
Age : 20

Character Bio
Character Name: Noire I. Erland
Status: Member of 4 great duke houses, Rien
Job: member of 4 great duke houses, Rien

View user profile http://07-ghost.forumotion.net

Back to top Go down

Re: lilica detailed past

Post by Fuschia.A.T.Ellenoire on Fri Sep 11, 2009 11:02 pm

Mata lilica membuka pelan melihat matahari yang bersinar, ia terus memandang ke langit dari jendela kamarnya dengan tatapan kosong sambil melihat burung burung yang terbang. Pagi tiu memang damai sinar matahari menerangi dengan lembut.

"nona lilica saatnya bangun and anda harus bersiap siap menemui seorang tamu penting, yang diundang oleh guru anda" ucap ciel di depan kamar lilica, lilica yang sedang merenung pun terlonjak kaget dan terjatuh dari tempat tidurnya dengan sukses, yang membuatnya sial adalah ia jatuh dengan kepala dulu ke lantai. "shit"keluhnya pelan

lilica pun bangun pelan pelan dan berteriak ]"iya! tunggu"

"lagi-lagi tamu, guru sialan itu pasti mau menjodohkan aku supaya paling tidak tata kramaku membaik , ah well kita lihat saja siapa yang datang dan reaksi mereka, foolish" senyum lilica licik[

“mandi dulu, lalu makan dan bertemu orang itu, this gonna be soooo much fun, hmm?”[/color] katanya pada dirinya sendiri

Lilica pun memasuki kamar mandi yang ada sebelah kamarnya, menanggalkan bajunya melepas perbannya dan menikmati air hangat itu. Luka bekas pukulan gurunya kemarin terasa nyeri tapi ia memang menyukai perasaan sakit itu, paling tidak rasa sakit ada perasaan yang paling ampuh untuk membuatnya melupakan kesedihannya. Lilica melihat bahwa bak madinya dipenuhi oleh darahnya sendiri, maka ia pun keluar dan menyiram badannya.
Punggungnya dipenuhi oleh luka tapi toh ia tak akan peduli, dia memang menikmati rasa sakit, menagapa harus menghindar? Kadnag kadang pun ia melukai diri sendiri jika stress. Setelah membilas badannya, lilica keluar dari kamar mandi dan mulai memakai baju lagi.

Setelah persiapannya selesai, lilica keluar dari kamar dan menelusuri lorong lorong yang dingin dan kosong, menuju ruang makan.

Sesampainya di ruang makan ia melihat ciel sedang memasak makanan untuknya, ia pun segera menyapa ciel “ciel, ada makanan apa hari ini?”

Ciel pun tersentak kaget dan segera menoleh“ah hari ini ada sup lobster nona” jawab ciel sambil tersenyum.

Lilica pun segera duduk, dan ciel menghidangkan makanan untuknya.

“mengapa tidak makan bersamaku ciel?” ]tawar lilica saat melihat maidnya itu melangkah pergi dari ruang makan sambil membawa makanannya

“tapi nona…”

“ayolah” paksa lilica, maka ciel pun menghela nafas dan duduk di depan lilica lalu makan. Mereka makan dalam keheningan. Ciel tahu bahwa nonanya tak suka diganggu saat makan. Selang beberapa menit, lilica menaruh sendoknya.

“ciel apa urusan hari ini?” Tanya lilica sambil tersenyum. Dengan segera ciel menjawab “saya rasa menemui tamu penting nona”

Lilica menghela nafas dan memainkan sendoknya “mari kubertanya padamu, apakah tamu penting ini adalah calon tunangan yang akan ditawarkan padaku?”[ Tanya lilica sambil tersenyum melihat sendok yang kini telah bengkok menjadi dua.

“i-iya sebenarnya iya” jawab ciel gugup. Lilica pun segera menaruh sendoknya dan tersenyum “kapan?”

“se-sekarang nona” jawab ciel lagi kali ini dia berkeringat dingin.

“hmmm, baiklah tunjukan ruangannya” perintah lilica dengan suara licik.

Maka tanpa menjawab, ciel dan lilica berdiri. Ciel berjalan di depan, dan mulai melangkah melewati lorong lorong yang dingin dan hampa. Suara langkah kaki mereka pun terdengar di sepanjang lorong itu, selang beberapa menit, mereka mencapai sebuah pintu dengan ukiran yang begitu indah. Ciel pun membukakan pintu bagi lilica

“silahkan nona” kata ciel sambil membukakan pintu dan menunduk, “terima kasih”[ kata lilica sambil berjalan dengan cara yang benar.

Di dalam ruangan itu terdapat guru tata kramanya, yang duduk bersama seorang pemuda yang tampaknya dari keluarga kaya.

Lilica pun tersenyum dengan manis “selamat pagi, sir, senang bertemu dengan anda” ucap lilica menyalami orang itu. Setelah itu lilica duduk di sofa depan pemuda itu.

Pemuda itu pun tersenyum melihat keramahan lilica, “nona lilica bukan? Nama saya adalah Miel” kata mile memperkenalkan diri

Tanpa basa basi lilica segera tersenyum dan bertanya “pagi pagi sekali anda ke sini sir miel, ada urusan apa jika saya boleh tahu”

Miel pun terkejut, ia lalu menenangkan diri dan berkata “menikahi anda nona lilica”

‘game start’ pikirnya licik. “baiklah mengapa?” Tanya lilica sambil tersenyum

Miel tidak menjawab, lilica pun segera tersenyum manis “saya bertanya mengapa anda mau menikahi seorang gadis yang selama ini menjadi alasan di balik kematian dari para illegal contractor, pejabat pejabat yang licik dan lainnya? Saat ini sekarang ini saya bisa memotong kaki anda, lalu tangan anda mulai dari jari lalu lengan setelah itu menjahit mulut anda, membelah tubuh anda tanpa melukai organ yang ada di dalamnya lalu memegang jantung anda menggoreskan pedang saya di bagian perut anda mengacak ngacaknya lalu mengambil jatung anda yang masih berdetak dan menaruhnya di mulut anda setelah itu saya akan membawa mayat anda keluar untuk di jadikan makanan burung gagak”

Miel tertawa gugup dan menjawab “ah lelucon yang lucu nona, tapi seorang lady tidak akan melakukan hal hal itu, yang akan melakukannya adalah seorang pembunuh psikopat bukan? Hahaha”

“pembunuh psikopat? Nama yang bagus dan bagaimana anda tahu nama lain saya? lady? Hahaha naïf! Kau berpikir saya seorang lady? Itu baru lelucon yang lucu” tawa lilica dengan pelan seperti miel baru saja melontarkan candaan yang lucu

“darah yang mengucur, teriakan anda nantinya akan menjadi hiburan yang menarik bukan begitu?” kata lilica lagi sambil tersenyum manis, ia pun mengambil pedangnya dan menjilatnya

“darah memang enak”

Guru lilica pun langsung marah, “LILICA! APA YANG KAU LAKUKAN?! EORANG LADY TIDAK AKAN BERBUAT BEGITU?! ANAK DURHAKA?! MEMANG?! APA YANG KUHARAPKAN?! ANAK DARI ORANG TUA YANG TAK TAHU DIRI DAN KASAR!!”

Tanpa berpikir panjang lilica segera melempar sebuah pisau makan di sebelahnya kea rah guru itu dan melesat melewati kepala guru itu dan memotong beberapa helai rambut

Lilica lalu tertawa seperti anak kecil yang mendapatkan permen

“tidak harus berteriak kok, saya sudah dengar, tetapi tidakkah anda setuju dengan saya?” tanyanya dengan manis

“TE-TENTU SAJA TIDAK!! GADIS JAHANAM! DARI KELUARGA YANG TIDAK BERMORAL!! BERANI SEKALI!” teriak guru itu sambil menunjuk lilica

Tali kesabaran lilica pun putus ia hanya tersenyum manis kepada miel yang kini tertegun dan gurunya itu

“well my bitchy lady, I don’t give shit about the crap that you just said, but listen to me and remember this, my family is precious not like slutty bitch who only know how to fuck around some cheap mother fucker, and moan in pleasure, then get some damn money, like you are UNDERSTAND?!!!!!!” kata lilica sambil tersenyum dan menekankan kata terakhir.

Miel dengan segera mengambil jaket dan topinya lalu kabur dari ruangan itu, tak ingin ikut campur dalam masalah ini.

‘game over’ piker lilica puas

“no body in this damn world can order me around, especially not some uneducated whore” lengkaplah sudah kini guru itu terduduk diam tak bergerak di lantai sambil menatap lilica yang kini tersenyum dengan manis padanya.

Selang beberapa lama guru itu berdiri dengan kaku dan berjalan keluar dengan gemetaran dan ketakutan

Lilica berada di ruangan itu sendirian, kali ini sambil duduk menghadap jendela, memandang langit yang berwarna biru cerah. Ia menikmati pemandangan langit hari itu, maka lilica pun memutuskan untuk ke taman.

“langit hari ini cerah, seprtinya ide yang bagus untuk menenangkan diriku di taman”

Sekali lagi ia melewati lorong lorong yang gelap kaku dan dingin, ia berjalan terus menuju pintu utama dan membukanya. Tubuhnya langsung di sambut oleh matahari yang bersinar dengan lembut dan angina yang menyegarkan.

Betapa ia cinta dengan taman itu. Sungguh indah di mana bunga bunga yang di tanam oleh ibunya kini mekar dengan indah. Lilica mau tidak mau tersenyum.

Lilica pun mulai berjalan jalan bernyanyi sambil menari mengitari taman itu. Pandangannya tiba tiba tertuju pada bunga itu, ya bunga yang paling di sayangi ibunya, bunga rosa alba, tidak lama ia melihat sebuah bunga yang juga mencolok, bunga kesayangan ayahnya bunga lili. Ia ingat ia diceritai oleh ciel tentang ayah dan ibunya yang bertengkar untuk menentukan namanya, apakah lilica seperti pilihan ayahnya atau rosa seperti ibunya. Ia tak tahu kelanjutannya tetapi sepertinya ayahnya menang, hingga sekarang ia di namai lilica. Betapa inginnya ia melihat hal itu, dan tertawa bersama orang tuanya saat ia menceritakan itu kembali kepada mereka, kini tak bisa toh mereka sudah pergi, lilica hanya tersenyum sedih sambil mengelus kedua bunga itu.

Berjam-jam lilica berada di taman itu mengingat semua cerita ciel tentang orang tuanya.

Saat hari sudah malam lilica masuk ke dalam kamarnya dan tertidur pulas bermimpi tentang orangtuanya. Ia tertidur sambil tersenyum tulus….


_________________________________________________________________-

Kiaakk udah mizu panjangin sebisa mungkin, jadi 4 halaman aja jadinya – ah cengo gue *mojok*

Nanti mizu panjangin lagi deh wkwkwk XD bosenin? Nanti mizu skip time saat lilica berumur 14 di mana segalanya bermulai
avatar
Fuschia.A.T.Ellenoire
Member
Member

Posts : 2905
Points : 3010
Join date : 2009-07-20
Age : 20

Character Bio
Character Name: Noire I. Erland
Status: Member of 4 great duke houses, Rien
Job: member of 4 great duke houses, Rien

View user profile http://07-ghost.forumotion.net

Back to top Go down

Re: lilica detailed past

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum